Bukan
Semarang kalau kita belum duduk dan menikmati segelas kopi di Simpang Lima. Namun
ternyata ada tempat lain yang lebih memukau bahkan sangat. Entah umurnya sudah
berapa abad namun tempat itu masih dijaga dan dirawat sehingga enak untuk
dipandang. Orang-orang memanggilnya kota tua, suatu daerah cagar budaya di
Semarang yang di mana masih berdiri dengan gagah bangunan-bangunan tinggalan
Belanda. Dari Gereja Putih, berbagai-bagai bangunan Bank yang masih digunakan,
hingga bangunan-bangunan lain yang telah tak berpenghuni. Sungguh memukau
pemandangan disalah satu sudut di Kota yang merupakan Ibu kota Jawa Tengah. Di
mana jalannya pun belum beraspal, iaitu masih menggunakan paving-paving yang
masih terlihat rapi.
Di
sisi lain yang membuat prihatin adalah adanya satu bagian dari Kota Tua itu yang
digunakan para Pekerja Sex Komersial untuk menjajakan dagangannya. Sangat disayangkan
makhluk Tuhan yang sesempurna wanita yang mencari nafkah dengan cara menjual
Mahkota Berharga yang mereka miliki. Namun juga tidak dapat sepenuhnya kita
menyalahkan mereka yang butuh wang untuk melangsungkan hidupnya. Indonesia
memang negara yang berpenduduk sangat-sangat berkebalikan dengan lapangan kerja
yang ada. Yang mereka tahu Tuhan sayang umatnya.
Di
sudut lain Kota Semarang juga bisa kita temui Pecinan Semarang. Iaitu suatu
wilayah yang berpenghuni warga Indonesia keturunan China. Daerah yang hampir
sama seperti Kota Tua namun bangunannya bernuansa China. Lengkap dengan segala
aksesorisnya, furniture, makanan, minuman, dan yang pasti ice cream yang sangat
menggoda. Bagi kaum kaula muda yang ingin menghabiskan malam bersama kekasihnya
dengan view pemandangan Kota Semarang bisa mengunjungi Turunan Gombel. Di
tempat itu telah disediakan tempat di mana kita dapat menikmati indahnya
Semarang di malam hari dengan beribu-ribu lampu yang sangat memukau.
Dan
yang tidak mungkin kalian tidak ketahui iaitu Lawang Sewu. Bangunan tua yang
berdiri di tengah Kota yang memiliki seribu pintu. Sungguh sangat memukau
bangunan tersebut untuk dipandang pada malam hari. Tidak jauh dari Lawang Sewu
juga ada Tugu Pahlawan. Sembari menikmati semangkuk wedang ronde duduk di
sekitar Tugu Pahlawan dan sekaligus dapat melihat view Lawang Sewu.
Kata
orang belum sah ke Semarang kalu belum menikmati Lumpia khas Semarang. Makanan
lain yang tidak kalah enak iaitu Tahu Bakso, Wingko, dan juga Bandeng Presto. Semarang Ndess !!!!!!
| Lawang Sewu |
| Tugu Pahlawan |
| Turunan Nggombel |
| White Church |
No comments:
Post a Comment