Wednesday, 2 January 2013

Kaptens says" Aku suka di Paksa"



Malam tahun baru adalah malam pergantian tahun, dimana setiap orang sudah mempersiapkan acara masing-masing entah itu negative activity ataupun positive "having fun is the goal". Pergantian tahun kali ini Kapten melewatinya di dalam asrama, berhubung sedang berlangsungnya ujian akhir semester.  Singkat cerita “ selamat tahun baru semuanya, 
semoga ……., semoga……, dan semoga…… “ Amin
(isilah titik-titik di atas sesuai doa dan keinginan kalian)hehehe

Pagi yang indah didampingi suara gemricik hujan di bulan Januari, dengan secangkir kopi dan rokok tentunya Kapten mencoba untuk mengkaji ucapan-ucapan yang kita ucapkan di masa lampau. Ingatlah, apabila ingin merubah Negara bahkan dunia kita harus memulainya dengan merubah diri kita sendiri. Teringat masa-masa putih abu-abu yang indah dahulu, dikala kita ingin menginginkan suatu hal yang akhirnya kita dapat mencapainya dan terucaplah kata-kata “ sesuatu yang kita paksakan maka hasilnya tidak maksimal” pasti kawan-kawan pun pernah mengucapkan kalimat tersebut bukan?

Bertambahnya umur kita otomatis akan di ikuti dengan berubahnya pola piker kita menjadi lebih dewasa dan reallistik tentunya. Kembali lagi dengan kalimat yang sudah disebutkan tadi, kapten pun mengkaji apakah kalimat itu benar ? bahwa sesuatu hal yang dipaksakan hasilnya tidak maksimal? Bagaimana menurut kalian?

Setelah sempat berbincang dengan kawan dan senior akhirnya kapten pun mendapat kesimpulan bahwa kata-kata itu adalah alasan saja. Cobalah lihat pada diri kita masing-masing, apakah selama ini apa yang kita dapatkan, apa yang kita lakukan, apa yang kita pikirkan, hingga kita tumbuh dewasa sekarang kita peroleh tanpa adanya paksaan? Apakah setiap tugas yang diberikan oleh guru kita waktu SD, SMP, dan SMA itu kemauan kita sendiri? Apakah setiap jurnal dan case yang kita baca lalu kita presentasikan saat kita kuliah sekarang itu adalah inisiatif kita? Dan apakah semua yang kita lakukan itu hasilnya tidak Maksimal? *Tanyakan pada diri anda masing-masing

Dewasa ini kita harus berani menyadari bahwa apa yang menjadi prinsip hidup kita tidak semua benar. Bagaimana kita menyadarinya? Kuncinya hanya satu yaitu “Knowledge”. Ilmu pengetahuanlah lah membimbing kita menemukan jati diri kita sebenar-benarnya.  Saat-saat inilah kita menyadari bahwa Buku adalah jendela dunia. Mulailah hobby untuk membaca buku, buku tidak berarti hanya buku pelajaran namun itu mempunyai makna yang sangat luas. Buku bisa berarti Al-Quran sebagai pedoman hidup kita sebagai umat islam, buku bisa berarti majalah, Koran, komik, novel, ataupun di jaman technology sekarang internet  adalah buku yang sangat berharga.  Jadi sekarang tidak ada lagi alasan untuk malas membaca buku, apakah ada kerugian apabila kita membaca buku?

Dengan membaca kita mendapatkan banyak keuntungan, dari cara kata bicara, dari pengetahuan yang kita dapat, dari membaca buku kita bisa memulai untuk menulis, dan dari membaca buku kita bisa mengkoreksi diri kita sekalipun dari kata-kata yang kita sering ucapkan. Begitu besarnya manfaat membaca, paksakanlah diri kalian untuk membaca!!

Kembali lagi dengan kata-kata” semua yang kita paksakan, maka hasilnya tidak maksimal”. Sekarang kawan-kawan sudah dapat membuat kesimpulan pastinya, apakah itu benar ataupun salah. Dan menurut salah senior kapten kalimat itu dapat bermakna ganda, apakah itu memang benar kalimat bijak atau kalimat putus asa. Oleh karena itu, untuk menjadi pribadi yang baik mulailah untuk tidak berasalan dalam segala hal di kehidupan kita. Sadarilah bahwa itu membawa dampak yang buruk dan membuat kita tidak berkembang, jadilah orang yang suka menerima tantangan dan jangan hanya menjadi follower. Harus kita sadari bahwa, semua yang kita raih adalah karena paksaan lalu kita merasa terpaksa, dan karena terpaksa kita menjadi terbiasa. Apabila kita kaitkan dengan Leadership theory kita termasuk dalam jenis theory X, yaitu kita tidak akan bekerja secara baik atau maksimal tanpa adanya punishment.



Sekarang! tanyakan pada diri anda masing-masing, apakah akan tetap menggunakan kalimat” semua yang kita paksakan, maka hasilnya tidak maksimal”? setelah semua orang tahu itu hanya kata-kata bijak untuk menutupi keputusasaan anda?


                   " untuk mengakui kehebatan lawan adalah suatu hal yang sangat berat "


No comments:

Post a Comment