Friday, 25 January 2013

kekasih baru Kaptens


Pagi, 26 Januari 2013 

Tepatnya pukul 03.45 WIB aku keluar dari rumah di perumahan Teluk milik sahabatku. Kuhangatkan kekasihku dengan pakain biru yang melekat pada tubuhnya selama kurang lebih 15 menit, dia memang selalu butuh foreplay terlebih dahulu aku tunggangi. Jujur sangat menguras tenaga untuk meyakinkan bahwa kondisinya siap pakai, namun hal itulah letak nikmat yang sangat untuk menungganginya.

Akhirnya kekasihku pun siap untuk aku tunggangi dengan berat badanku yang cukup berat yaitu 65kg. Namun aku berusaha memperlakukannya untuk tetap leluasa dengan menopang beratku ini. Tiba-tiba aku teringat kejadian 2,5 minggu yang lalu saat aku masih berada di kampus tercinta. Aku teringat saat aku terlupa bahwa masa berlaku visa pelajarku akan habis sebentar lagi. Aku pun sontak kaget dengan kenyataan itu, karena keadaan waktu itu aku sudah membeli tiket pesawat untuk tanggal 19 Januari 2013. Sedangkan pada waktu aku baru menyadari bahwa masa berlaku visa ku habis adalah tepat tanggal 6 january 2013. Yang aku takutkan adalah kenyataan tentang masa pembuatan Visa yang memakan waktu selama 2 minggu. Bisa kita perhitungkan bahwa waktu yang aku miliki tidak akan mencukupi untuk memperpanjang visa. Karena apabila aku menyerahkannya pada tanggal 7 january 2013 maka visa itu akan selesai pada tanggal 21 january 2013. 

Jadi kepulanganku akan tertunda? 

Jadi aku harus lebih lama untuk tinggal di asrama ? 

waktu pun akan berkurang untuk menikmati indahnya tanah airku?

Kebingungan yang ada pada benakku pada saat itu. Disisi lain aku harus belajar untuk final examku esok hari. Sungguh nikmatnya cobaan yang diberikan Alloh kepadaku, dan aku yakin Alloh tidak akan memberikan cobaan yang melampaui batas kemampuan umatnya. Sungguh - sungguh Alloh Maha segalanya. Kenyataan pahit yang sudah aku bayangkan semalam akhirnya terpecahkan setelah aku datang untuk mengeplay visa. Jawaban yang di lontarkan oleh pegawai visa sungguh menjadi semangat ujianku pada hari itu 7 january 2013. Apa kata-kata yang di lontarkan oleh pegawai visa? Apakah sesuai dengan keinginan dan harapanku? Jawanbannya iya, dia berkata bahwa visaku bisa selesai di urus dalam waktu seminggu. Alhamdulillah.

Hari yang aku tunggu-tunggu pun akhirnya datang tepat pada tanggal 17 January 2013 aku menyelesaikan semua ujianku. Dengan mata berbinar-binar aku balik ke kamarku untuk memulai paking yang aku nantikan dan dilanjutkan pergi ke Negara sebelah yaitu Thailand untuk membeli sedikit souvenir untuk semua orang yang menantiku di negeriku tercinta. Tanggal 18 Januari 2013, tepatnya pukul 16.30 waktu Kedah Malaysia aku bersama dua kawanku meninggalkan asrama menuju terminal bas tempat dimana perjalanan panjang kami dimulai untuk meraih Indonesiaku tercinta. 19 Januari 2013, tepatnya di lapangan udara Adi Soemarmo menjadi tempat dimana pertama kalinya aku bisa menghirup udara di negeriku tercinta dan disambut senyum kedua orangtuaku yang bersedia menempuh perjalanan 6 -7 jam hanya untuk menjemput kedatangan anak lelakinya dari perantauan.

I love you Mama & Papa :*

Welcome INDONESIA

Tidak dapat kita pungkiri bahwa untuk mencapai atau mendapatkan apa yang kita inginkan pasti membutuhkan usaha atau perjuangan bahkan untuk kembali ke kampung di mana kita dibesarkan.

Yahhhhh… 
kehangatan pun telah kuberikan kepada kekasihku pada malam ini, desahan dan rintihan pun sudah mulai terucap darinya. Sungguh suara yang menawan, selalu aku idam –idamkan, dan aku sangat menikmatinya.

Haripun sudah larut malam dan pagi pun telah menghadang. Kumulai perjalan bersama kekasihku yang ditemani dinginnya malam kota Purwokerto tercinta yang sangat aku rindukan. Perjalanan aku mulai dari Perumahan Teluk kemudian melewati Terminal baru kudapati Jalan Gerilya Timur. Kutelusuri jalan tersebut dengan memperhatikan keadaan sekitarnya dengan seksama. Akhirnya taman kota Andang Pangrenan pun aku capai, tampak cantik tempat tersebut dengan dihiasi lampu-lampu di setiap sudutnya. Kemudian aku merayap menjamah daerah Rajawali yang dilengkapi oleh bidadari-bidadari jadi-jadian(BANCI) di kanan kiri trotoar. Hahahahaha Itu menggelikan :D

Kuhirup udara pagi itu yang terasa sangat segar tanpa adanya polusi dari asap kendaraan. Aku pun bergerak lurus mengikuti jalan dari daerah Rajawali, sungguh sepi dan sunyi kota ini. Dan berhentilah aku di perempatan Hotel Aston, kini kuambil jalan kekiri, kutancap gas lalu kupelankan ketika aku melihat kawasan besar di sebelah kanan jalan. Kawasan yang tidak lain adalah tempat dimana aku dulu berenang kala Sekolah Menengah Pertama dan sekarang tutup. Lalu kupindahkan arah pandanganku kesebelah kiri sambil berjalan perlahan, yahh Rumah sakit Elisabeth yang telah berdiri megah bak hotel berbintang 5. Sungguh tak pantas disebut rumah sakit apabila melihat dari bangunannya. Sembari kutancap gas, aku pun kembali melihat kesisi kanan terlihat Hotel Horisson in progress. Kemudian kuteruskan perjalan dengan berbelok ke kiri menghindari Jalan Dr.Angka, kenapa? Aku takut suara motorku mengganggu tidur seorang gadis yang sangat ingin ku kenal yang konon kisahnya beralamat di Jalan Dr. Angka. hehehehehe

Sekolah Menengah Atas yang telah berjasa memberikan pendidikan kepadaku selama tiga tahun pun aku lewati, tempat dimana banyak kenangan yang tidak mungkin kulupakan, dimana satu-satunya SMA di Banyumas yang memiliki lapangan yang luas, dan aku bangga menjadi salah satu anak didik disana.

Pasar Manis - Jalan Bank - Museum BRI - Stasiun Purwokerto telah aku sapa pagi ini. Hentakan gasku terhenti di depan Pasar Pon dengan melihat penjual serabi yang pagi-pagi sekali sudah menjajakan dagangannya. Aku berhenti dan membeli serabi dagangannya, kunimati serabi dini hari ini sembari bercakap-cakap dengan Ibu penjual serabi. Kuhabiskan dua buah serabi, kurogoh recehku dikantong untuk membayar serabi. Aku genjot kembali kekasihku untuk meneruskan perjalanan ku menuju arah bulan pada malam itu yang berada tepat di atas rumahku, sebelumnya aku nyalakan batang terakhir rokok yang kupunya. Hari sudah mulai pagi, bulan yang tadinya malu untuk menampakan wajahnya dengan berselimut awan, kemudian dengan pedenya menampakkan keindahan wujudnya, dan mulai bersiap untuk  bersembunyi seperti aku yang ingin segera sampai rumah membuka mesin ketikku untuk menceritakkan semua yang ada dalam benakku selama dalam perjalanan pulang. Finally, sampailah tempat yang paling berjasa selama ini “ home sweet home”.

Ohh iya lupa….

ü  Aku selalu teringat pesan lisan yang disampaikan oleh Ibu Anliwid ( Anastasia Lidies Widiyanti) yang tidak lain adalah guru Bahasa Indonesiaku pada waktu SMP, yaitu:

“Setiap memulai menulis tentang suatu hal yang kita alami alangkah baiknya apabila kita lengkapi dengan tanggal kejadian dan lebih baik lagi dilengkapi dengan waktu kejadian”.

Kekasih yang aku maksud dengan berpakain biru yang tidak lain adalah vespa baruku :D


Oke, I have written all the things that I want to tell….. Arasso?

Good morning and have a nice day #grin

No comments:

Post a Comment