Pagi,
26 Januari 2013
Tepatnya pukul 03.45 WIB aku keluar dari rumah di perumahan Teluk milik sahabatku. Kuhangatkan kekasihku dengan pakain biru yang melekat pada tubuhnya selama kurang lebih 15 menit, dia memang selalu butuh foreplay terlebih dahulu aku tunggangi. Jujur sangat menguras tenaga untuk meyakinkan bahwa kondisinya siap pakai, namun hal itulah letak nikmat yang sangat untuk menungganginya.
Tepatnya pukul 03.45 WIB aku keluar dari rumah di perumahan Teluk milik sahabatku. Kuhangatkan kekasihku dengan pakain biru yang melekat pada tubuhnya selama kurang lebih 15 menit, dia memang selalu butuh foreplay terlebih dahulu aku tunggangi. Jujur sangat menguras tenaga untuk meyakinkan bahwa kondisinya siap pakai, namun hal itulah letak nikmat yang sangat untuk menungganginya.
Jadi kepulanganku
akan tertunda?
Jadi aku harus lebih lama untuk tinggal di asrama ?
waktu pun
akan berkurang untuk menikmati indahnya tanah airku?
Kebingungan
yang ada pada benakku pada saat itu. Disisi lain aku harus belajar untuk final
examku esok hari. Sungguh nikmatnya cobaan yang diberikan Alloh kepadaku, dan
aku yakin Alloh tidak akan memberikan cobaan yang melampaui batas kemampuan
umatnya. Sungguh - sungguh Alloh Maha segalanya. Kenyataan pahit yang sudah aku
bayangkan semalam akhirnya terpecahkan setelah aku datang untuk mengeplay visa.
Jawaban yang di lontarkan oleh pegawai visa sungguh menjadi semangat ujianku
pada hari itu 7 january 2013. Apa kata-kata yang di lontarkan oleh pegawai
visa? Apakah sesuai dengan keinginan dan harapanku? Jawanbannya iya, dia berkata
bahwa visaku bisa selesai di urus dalam waktu seminggu. Alhamdulillah.
Hari
yang aku tunggu-tunggu pun akhirnya datang tepat pada tanggal 17 January 2013
aku menyelesaikan semua ujianku. Dengan mata berbinar-binar aku balik ke
kamarku untuk memulai paking yang aku nantikan dan dilanjutkan pergi ke Negara sebelah
yaitu Thailand untuk membeli sedikit souvenir untuk semua orang yang menantiku
di negeriku tercinta. Tanggal 18 Januari 2013, tepatnya pukul 16.30 waktu Kedah
Malaysia aku bersama dua kawanku meninggalkan asrama menuju terminal bas tempat
dimana perjalanan panjang kami dimulai untuk meraih Indonesiaku tercinta. 19
Januari 2013, tepatnya di lapangan udara Adi Soemarmo menjadi tempat dimana pertama
kalinya aku bisa menghirup udara di negeriku tercinta dan disambut senyum kedua
orangtuaku yang bersedia menempuh perjalanan 6 -7 jam hanya untuk menjemput
kedatangan anak lelakinya dari perantauan.
I
love you Mama & Papa :*
Welcome
INDONESIA
Tidak
dapat kita pungkiri bahwa untuk mencapai atau mendapatkan apa yang kita
inginkan pasti membutuhkan usaha atau perjuangan bahkan untuk kembali ke kampung
di mana kita dibesarkan.
Yahhhhh…
kehangatan pun telah kuberikan kepada kekasihku pada malam ini, desahan dan
rintihan pun sudah mulai terucap darinya. Sungguh suara yang menawan, selalu
aku idam –idamkan, dan aku sangat menikmatinya.
Haripun
sudah larut malam dan pagi pun telah menghadang. Kumulai perjalan bersama
kekasihku yang ditemani dinginnya malam kota Purwokerto tercinta yang sangat
aku rindukan. Perjalanan aku mulai dari Perumahan Teluk kemudian melewati
Terminal baru kudapati Jalan Gerilya Timur. Kutelusuri jalan tersebut dengan
memperhatikan keadaan sekitarnya dengan seksama. Akhirnya taman kota Andang
Pangrenan pun aku capai, tampak cantik tempat tersebut dengan dihiasi
lampu-lampu di setiap sudutnya. Kemudian aku merayap menjamah daerah Rajawali
yang dilengkapi oleh bidadari-bidadari jadi-jadian(BANCI) di kanan kiri trotoar.
Hahahahaha Itu menggelikan :D
Kuhirup
udara pagi itu yang terasa sangat segar tanpa adanya polusi dari asap kendaraan.
Aku pun bergerak lurus mengikuti jalan dari daerah Rajawali, sungguh sepi dan
sunyi kota ini. Dan berhentilah aku di perempatan Hotel Aston, kini kuambil
jalan kekiri, kutancap gas lalu kupelankan ketika aku melihat kawasan besar di
sebelah kanan jalan. Kawasan yang tidak lain adalah tempat dimana aku dulu
berenang kala Sekolah Menengah Pertama dan sekarang tutup. Lalu kupindahkan
arah pandanganku kesebelah kiri sambil berjalan perlahan, yahh Rumah sakit Elisabeth
yang telah berdiri megah bak hotel berbintang 5. Sungguh tak pantas disebut
rumah sakit apabila melihat dari bangunannya. Sembari kutancap gas, aku pun
kembali melihat kesisi kanan terlihat Hotel Horisson in progress. Kemudian kuteruskan
perjalan dengan berbelok ke kiri menghindari Jalan Dr.Angka, kenapa? Aku takut
suara motorku mengganggu tidur seorang gadis yang sangat ingin ku kenal yang
konon kisahnya beralamat di Jalan Dr. Angka. hehehehehe
Sekolah
Menengah Atas yang telah berjasa memberikan pendidikan kepadaku selama tiga
tahun pun aku lewati, tempat dimana banyak kenangan yang tidak mungkin
kulupakan, dimana satu-satunya SMA di Banyumas yang memiliki lapangan yang luas,
dan aku bangga menjadi salah satu anak didik disana.
Pasar
Manis - Jalan Bank - Museum BRI - Stasiun Purwokerto telah aku sapa pagi ini.
Hentakan gasku terhenti di depan Pasar Pon dengan melihat penjual serabi yang
pagi-pagi sekali sudah menjajakan dagangannya. Aku berhenti dan membeli serabi
dagangannya, kunimati serabi dini hari ini sembari bercakap-cakap dengan Ibu
penjual serabi. Kuhabiskan dua buah serabi, kurogoh recehku dikantong untuk
membayar serabi. Aku genjot kembali kekasihku untuk meneruskan perjalanan ku
menuju arah bulan pada malam itu yang berada tepat di atas rumahku, sebelumnya
aku nyalakan batang terakhir rokok yang kupunya. Hari sudah mulai pagi, bulan
yang tadinya malu untuk menampakan wajahnya dengan berselimut awan, kemudian
dengan pedenya menampakkan keindahan wujudnya, dan mulai bersiap untuk bersembunyi seperti aku yang ingin segera sampai
rumah membuka mesin ketikku untuk menceritakkan semua yang ada dalam benakku
selama dalam perjalanan pulang. Finally, sampailah tempat yang paling berjasa
selama ini “ home sweet home”.
Ohh
iya lupa….
ü Aku
selalu teringat pesan lisan yang disampaikan oleh Ibu Anliwid ( Anastasia
Lidies Widiyanti) yang tidak lain adalah guru Bahasa Indonesiaku pada waktu
SMP, yaitu:
“Setiap memulai menulis tentang suatu hal
yang kita alami alangkah baiknya apabila kita lengkapi dengan tanggal kejadian
dan lebih baik lagi dilengkapi dengan waktu kejadian”.
Oke, I have written all the things that I want to tell….. Arasso?
Good
morning and have a nice day #grin
No comments:
Post a Comment